Refleksi Syahdu Hari Jadi Ngawi Ke-668 di Desa Bangunrejo Kidul ‘ Kerinduan Kolektif di Tengah Dinamika Pemerintahan Desa ‘

Ngawi, FrekwensiPos.Com — Peringatan Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi yang jatuh pada 7 Juli dirayakan secara khidmat melalui serangkaian prosesi bertahap (gradual). Rangkaian kegiatan dinamis ini dimulai dari nyekar ke makam dan petilasan para leluhur, kirab pusaka, malam tirakatan, hingga puncaknya disemarakkan oleh pesta rakyat, pasar malam, serta pergelaran seni kebudayaan seperti wayang orang, wayang kulit, ketoprak, dan panggung musik oleh seniman kebanggaan Ngawi, Denny Caknan.

Namun, di balik riuk kepopuleran dan keagungan seremonial tingkat kabupaten tersebut, terselip sebuah momen penuh haru (melankolis) yang menyentuh ranah emosional warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar.

Kehampaan Figur Sentral pada Malam Tirakatan
Berdasarkan pantauan awak media di Pendopo Desa Bangunrejo Kidul pada saat perhelatan malam tirakatan, terdeteksi adanya vakum figuratif atas ketidakhadiran sosok Kepala Desa Bangunrejo Kidul yang akrab disapa Mbah Nano. Kursi kepemimpinan di antara jajaran tamu undangan tampak hampa tanpa kehadiran beliau.

Sekretaris Desa Bangunrejo Kidul, Wandi, memberikan klarifikasi fakta (eksplikasi) terkait kondisi kesehatan orang nomor satu di Desa Bangunrejo Kidul tersebut.

“Sudah hampir satu tahun lebih Kepala Desa tidak bisa menghadiri kegiatan desa karena kendala kesehatan. Tidak jarang dalam setiap agenda resmi, kehadiran beliau diwakilkan oleh Sang Istri bersama Ketua BPD,” ungkap Wandi.

Perasaan emosional warga makin mengemuka saat prosesi inti berlangsung. Diksi empati dan kerinduan mendalam makin menyeruak ketika tradisi pemotongan tumpeng dilakukan.

“Seperti pada malam tirakatan Hari Jadi Ngawi ke-668 ini, prosesi potong tumpeng diserahkan oleh Bu Kades kepada Ketua BPD. Momen ini menghadirkan kerinduan kolektif yang mendalam. Tak sedikit dari jajaran undangan yang hadir meneteskan air mata merasakan kehampaan tersebut,” imbuh Wandi dengan nada haru.

Sinergi dan Komitmen Profesionalisme Kelembagaan Desa
Menanggapi situasi transisi fungsional ini, Dwi Prasetyo Wiyono selaku Ketua BPD Desa Bangunrejo Kidul menegaskan komitmen profesionalismenya dalam menjaga stabilitas roda pemerintahan desa.

“Selama Kepala Desa absen dalam agenda-agenda desa dan kepercayaan dilimpahkan kepada saya untuk mewakili, saya senantiasa berusaha menjalankan amanah ini secara optimal. Memang ada resonansi emosional berupa rasa kehilangan di setiap kegiatan. Namun, secara institusional, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh jajaran perangkat Desa Bangunrejo Kidul yang tetap konsisten serta profesional dalam menjaga eksistensi dan integritas tata kelola pemerintahan desa,” terang Dwi Prasetyo di sela-sela acara.

Khidmat dan Kondusif
Meskipun diselimuti suasana haru atas absennya sang pamong desa, jalannya Malam Tirakatan Hari Jadi Ngawi ke-668 di Desa Bangunrejo Kidul tetap berlangsung harmonis dan penuh kehidmatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Perangkat Desa Bangunrejo Kidul, BPD, LPMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Karang Taruna/Pemuda, serta jajaran unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas tersebut berhasil merefleksikan nilai-nilai kebersamaan dan ketahanan sosial yang kuat di tengah tantangan yang ada. Red.adv.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *