Inisiasi Edukasi Pengasuhan Responsif, Pemdes Banjarbanggi Gelar Program SOTH Perdana Guna Tekan Angka Stunting

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

NGAWI, FREKWENSIPOS.COM — Dalam upaya mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, Pemerintah Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, secara resmi meluncurkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB DAHLIA dan Sekolah Lansia Tangguh BKL DEWI ARIMBI  secara perdana yang dipusatkan di Pendopo Desa Banjarbanggi.

Kegiatan intervensi edukatif ini diikuti oleh 30 peserta target yang terbagi secara proporsional, yakni 15 orang lansia sebagai pengasuh sekunder (secondary caregiver) dan 15 ibu hamil sebagai sasaran intervensi primer pada periode emas pertumbuhan anak.

Fokus Pembelajaran dan Metodologi Evaluasi
Program SOTH merupakan strategi inovatif dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus pada penguatan kapasitas serta keahlian pengasuhan (parenting skills). Intervensi difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang dan edukasi pengasuhan guna mencegah risiko kecenderungan tengkes (stunting).

Untuk mengukur efektivitas dan tingkat pemahaman peserta, program ini mengintegrasikan metode evaluasi terstruktur berupa pre-test dan post-test. Adapun substansi kurikulum yang disampaikan meliputi:

Stimulasi Dini Dini Teknis (Early Stimulation): Melatih interaksi psikomotorik dan kognitif balita secara berkala.

Pengenalan Emosi & Komunikasi Responsif: Mengembangkan pola asuh positif (positive parenting) serta mitigasi resiko gangguan perkembangan emosional anak.

Nutrisi Masa Emas: Pemenuhan status gizi mikro dan makro pada kurun waktu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode krusial pencegahan stunting.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Kolaboratif Kader
Pelaksanaan SOTH dan Sekolah Lansia Tangguh di tingkat lokal menerapkan pendekatan kolaboratif. Pembina Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari BKKBN bertindak sebagai pembimbing materi dan fasilitator utama, sementara Tim Penggerak PKK Desa bertugas sebagai pendamping lapangan (field assistant).

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Banjarbanggi, Mutharom, menjelaskan bahwa program SOTH ini merupakan langkah konkret integrasi anggaran dan prioritas pembangunan desa.

“Pelaksanaan SOTH dan Sekolah Lansia Tangguh di Banjarbanggi ini merupakan program perdana hasil kolaborasi dengan PLKB. Dianggarkan sekitar Rp 10 juta untuk satu tahun anggaran desa yang bersumber dari ADD-DD, dengan total tiga kali siklus pertemuan hingga ditutup dengan prosesi wisuda,” ujar Mutharom.

Guna memastikan pendampingan berjalan secara optimal dan berkelanjutan (sustainable), Pemdes Banjarbanggi juga menerjunkan personel khusus dari unsur masyarakat.

“Demi menyukseskan program ini, pihak desa menugaskan 9 kader PKK untuk terlibat secara langsung mendampingi para peserta selama proses pembelajaran SOTH berlangsung,” tutupnya.

Melalui perluasan program SOTH yang masif ini, diharapkan dapat tercipta intervensi berbasis keluarga yang efektif demi melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, adaptif, serta berkarakter. Red.adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *