Limbah Matrial Besi Jembatan Cabean Belum Jelas Keberadaannya! Keterangan Kades dan DPUPR Blora Berbeda

BLORA, Frekwesipos.Com – Proyek pembangunan jembatan di Desa Cabean, Kecamatan Kedungtuban/Cepu, Kabupaten Blora, yang bersumber dari APBD Tahun 2026 dengan nilai Rp 822.888.000, kini menuai protes polemik keberadaan besi bekas bongkar jembatan. Pasalnya, aset limbah material besi bekas jembatan lama diduga tidak lagi berada di lokasi proyek sebagaimana mestinya. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah material…

Read Full News

Ganti Rugi di Bawah NJOP, Pemilik Tanah di Tangerang Minta Keadilan

Tangerang.FrekwensiPos.Com // Persoalan ganti kerugian atas tanah untuk pembangunan pelebaran Jalan Simpang Jl. Lio Baru–Jl. Pembangunan 1 di wilayah Batuceper, Kota Tangerang menjadi pokok perkara yang saat ini tengah diperiksa di Pengadilan Negeri Tangerang. Pemilik tanah, Untung Wijaya, mempersoalkan nilai ganti kerugian yang ditawarkan pemerintah sebesar Rp 2.317.379.000 untuk sebagian tanahnya yang terdampak proyek, karena…

Read Full News

MEMPERKOKOH INTELIKTUALITAS BUDAYA DAN RESILIENSI KREATIF

” SMPN 4 KARANGANYAR RAYAKAN HARI BATIK NASIONAL 2026 “ NGAWI,FREKWENSIPOS.COM — Peringatan Hari Batik Nasional 2026 menjadi momentum krusial bagi keluarga besar SMP Negeri 4 Karanganyar (SPAKAR) dalam memperkuat penanaman cultural literacy (literasi budaya) dan intellectual heritage (warisan intelektual) bangsa. Melalui kombinasi ekspresi kreatif dan pembelajaran transformatif, para siswa diajak untuk tidak sekadar merayakan…

Read Full News

LPRI Penuhi Panggilan Kejari Nganjuk, Dugaan Ketidaksesuaian Penerima Hibah UPPO 2019 Mulai Didalami

Penulis .Dedy.// editor.Red FrekwensiPos NGANJUK, FrekwensiPos.com — Jumat, 2 Oktober 2026. Ketua LPRI DPC Kabupaten Nganjuk, Joko Siswanto, memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk untuk memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan ketidaksesuaian dalam penyaluran dan pengelolaan bantuan hibah Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) Tahun 2019 di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Klarifikasi berlangsung di ruang kerja…

Read Full News

Transformasi Agribisnis Desa Pandean

Kades dan Dinas Pertanian Pacu Diversifikasi Tembakau Berbasis Efisiensi Air NGAWI .FREKWENSIPOS.COM — Dalam upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian serta mendorong diversifikasi komoditas bernilai ekonomi tinggi, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Tembakau di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah desa dan kelompok tani lokal untuk…

Read Full News

Transformasi Agribisnis Desa Pandean

Penulis.Bambang PW , Editor .Red FrekwensiPos Kades dan Dinas Pertanian Pacu Diversifikasi Tembakau Berbasis Efisiensi Air   NGAWI .FREKWENSIPOS.COM — Dalam upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian serta mendorong diversifikasi komoditas bernilai ekonomi tinggi, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Tembakau di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah desa dan kelompok tani lokal untuk mengadopsi teknologi budidaya presisi guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.  Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Franky, menyoroti pentingnya komoditas tembakau (Nicotiana tabacum) sebagai salah satu produk unggulan perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, tembakau memiliki keunggulan adaptif pada agroekosistem dengan keterbatasan pasokan air, sehingga sangat potensial dikembangkan di wilayah dengan sistem irigasi terbatas.  “Peralihan atau diversifikasi pola tanam menuju komoditas tembakau bukan sekadar langkah ekonomis, melainkan juga strategi ekologis untuk memutus siklus hidup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang sering merugikan pola tanam monokultur,” ungkap Franky.  Melalui Sekolah Lapang ini, para petani dibekali pemahaman komprehensif mengenai Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP)—mulai dari pemuliaan dan perbenihan, teknik penanaman, manajemen pemeliharaan (pemupukan berimbang, efisiensi irigasi, serta intervensi pengendalian OPT berbasis PHT), hingga tata kelola panen dan pascapanen. Selain itu, aspek integrasi hilir berupa pengembangan jejaring kemitraan pemasaran (market linkage) turut menjadi fokus pembelajaran utama. Dinas Pertanian juga menegaskan komitmennya untuk pemerataan sentra agribisnis tembakau agar tidak hanya terkonsentrasi di Ngawi bagian timur, melainkan tersebar secara inklusif hingga ke wilayah barat.  Kegiatan pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, yaitu Toha (Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi), DH Perwoko (Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL Kecamatan Karanganyar), serta Ali (praktisi dan petani tembakau berpengalaman).  Sementara itu, Kepala Desa Pandean, Agus Wiyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pertanian atas penyelenggaraan edukasi berbasis keilmuan ini. Beliau secara eksplisit mengajak seluruh elemen masyarakat tani Desa Pandean untuk mengambil peluang budidaya tembakau demi mengakselerasi kesejahteraan ekonomi warga.   Di samping itu, Agus Wiyono menyampaikan aspirasi strategis terkait alokasi Fasilitas Infrastruktur Pertanian dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Beliau berharap intervensi peningatan infrastruktur—khususnya Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan modernisasi jaringan irigasi—dapat terdistribusi secara proporsional hingga ke wilayah Ngawi barat, khususnya Desa Pandean, guna memperlancar aksesibilitas logistik dan produktivitas pertanian lokal. Red**Adv

Read Full News