Penulis.Bambang PW , Editor .Red FrekwensiPos Kades dan Dinas Pertanian Pacu Diversifikasi Tembakau Berbasis Efisiensi Air NGAWI .FREKWENSIPOS.COM — Dalam upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian serta mendorong diversifikasi komoditas bernilai ekonomi tinggi, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Tembakau di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah desa dan kelompok tani lokal untuk mengadopsi teknologi budidaya presisi guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Franky, menyoroti pentingnya komoditas tembakau (Nicotiana tabacum) sebagai salah satu produk unggulan perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, tembakau memiliki keunggulan adaptif pada agroekosistem dengan keterbatasan pasokan air, sehingga sangat potensial dikembangkan di wilayah dengan sistem irigasi terbatas. “Peralihan atau diversifikasi pola tanam menuju komoditas tembakau bukan sekadar langkah ekonomis, melainkan juga strategi ekologis untuk memutus siklus hidup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang sering merugikan pola tanam monokultur,” ungkap Franky. Melalui Sekolah Lapang ini, para petani dibekali pemahaman komprehensif mengenai Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP)—mulai dari pemuliaan dan perbenihan, teknik penanaman, manajemen pemeliharaan (pemupukan berimbang, efisiensi irigasi, serta intervensi pengendalian OPT berbasis PHT), hingga tata kelola panen dan pascapanen. Selain itu, aspek integrasi hilir berupa pengembangan jejaring kemitraan pemasaran (market linkage) turut menjadi fokus pembelajaran utama. Dinas Pertanian juga menegaskan komitmennya untuk pemerataan sentra agribisnis tembakau agar tidak hanya terkonsentrasi di Ngawi bagian timur, melainkan tersebar secara inklusif hingga ke wilayah barat. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, yaitu Toha (Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi), DH Perwoko (Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL Kecamatan Karanganyar), serta Ali (praktisi dan petani tembakau berpengalaman). Sementara itu, Kepala Desa Pandean, Agus Wiyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pertanian atas penyelenggaraan edukasi berbasis keilmuan ini. Beliau secara eksplisit mengajak seluruh elemen masyarakat tani Desa Pandean untuk mengambil peluang budidaya tembakau demi mengakselerasi kesejahteraan ekonomi warga. Di samping itu, Agus Wiyono menyampaikan aspirasi strategis terkait alokasi Fasilitas Infrastruktur Pertanian dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Beliau berharap intervensi peningatan infrastruktur—khususnya Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan modernisasi jaringan irigasi—dapat terdistribusi secara proporsional hingga ke wilayah Ngawi barat, khususnya Desa Pandean, guna memperlancar aksesibilitas logistik dan produktivitas pertanian lokal. Red**Adv