NGAWI.FREKWENSIPOS.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi secara masif menginternalisasi budaya peduli lingkungan pada ekosistem pendidikan melalui implementasi Program Adiwiyata sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini mencakup pembinaan terstruktur hingga interkonstruksi program berbasis ketahanan pangan guna mencetak generasi muda berwawasan ekologis.
Akselerasi Pembinaan dan Akumulasi Capaian Adiwiyata
Dalam kaji ulang capaian hingga Mei 2026, DLH Kabupaten Ngawi mencatat performa signifikan dengan total 106 sekolah yang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata. Distribusi kualifikasi capaian tersebut terbagi ke dalam empat tingkatan:
Tingkatan Kualifikasi Jumlah Sekolah
Tingkat Kabupaten 62 Sekolah
Tingkat Provinsi 23 Sekolah
Tingkat Nasional 12 Sekolah
Adiwiyata Mandiri 9 Sekolah
Sebagai bagian dari upaya ekspansi kualifikasi, DLH Ngawi menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan intensif bagi 21 Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) 2026 guna memastikan pemenuhan standar kriteria lingkungan secara komprehensif.
Sinergi Intersektoral: Integrasi Program SIKAP dan Edukasi RTH
Guna memperkuat diversifikasi edukasi lingkungan, DLH Kabupaten Ngawi mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan program vokasional kelestarian pangan. Tepat pada Senin, 6 Juli 2026, dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DLH Kabupaten Ngawi dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun terkait penyelenggaraan Program SIKAP (Sekolah Interaktif Ketahanan Pangan) bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Melalui kemitraan strategis ini, Program SIKAP difokuskan pada empat pilar transformasi peserta didik:
Peningkatan Literasi Ekologis: Memperdalam pemahaman saintifik dan kepekaan terhadap dinamika lingkungan hidup.
Aplikasi Agrikultura Organik: Mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah berbasis pertanian organik berkelanjutan.
Pengelolaan Reduksi Sampah: Menginternalisasi praktik circular economy dan tata kelola limbah mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Pembentukan Karakter Mandiri: Membentuk orientasi kepemimpinan siswa yang berwawasan lingkungan.
Selain Program SIKAP, aktivasi edukasi lingkungan juga diluaskan melalui pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di TPA Selopuro sebagai laboratorium lapangan interaktif bagi para pelajar.
Komitmen Berkelanjutan
Motto “Bersinergi untuk Generasi Peduli Lingkungan dan Mandiri Pangan” menjadi fondasi kolaborasi lintas sektor ini untuk mewujudkan kedaulatan pangan regional yang selaras dengan kelestarian alam di Kabupaten Ngawi.
Masyarakat dapat memantau perkembangan serta pembaruan kegiatan edukasi lingkungan hidup ini secara berkala melalui kanal komunikasi resmi di Instagram dan situs web resmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi. Red.adv
