Integrasi Agroteknologi dan Penelusuran Historis: Jejak Pengabdian KKN UMD UNEJ 2026 di Desa Petung

(FOTO: Pembuatan Instalasi Hidroponik)

Petung, FrekwensiPos.com – Memasuki fase finalisasi masa pengabdian, kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember Membangun Desa (KKN UMD) di Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, sukses merealisasikan dua program kerja berbasis sains terapan dan pemetaan berbasis wilayah (spatial mapping), yakni instalasi hidroponik modern serta penyusunan profil dan peta digital desa.

Pada pilar ketahanan pangan dan agroteknologi, tim KKN UMD meluncurkan program instalasi sistem hidroponik terintegrasi. Pelaksanaan program ini diawali dengan analisis vegetasi dan optimasi tata ruang (spatial layout optimization), penentuan skala presisi pemotongan material pipa, hingga tahapan perakitan teknis. Pendekatan ini dirancang untuk memanfaatkan efisiensi lahan demi mendorong produktivitas pertanian mikro di tingkat lokal.

Sementara itu, pada dimensi dokumentasi wilayah dan kebudayaan, tim meluncurkan proyek rekonstruksi profil desa berbasis audiovisual dan kartografi. Tahap pra-produksi diawali dengan penyusunan storyboard dan inventarisasi footage secara sistematis agar visualisasi yang dihasilkan mampu merepresentasikan esensi geografis, sosiologis, ekonomi, hingga entitas kultural masyarakat Desa Petung secara komprehensif.

Sebagai penguat aspek historiografi lokal, tim KKN UNEJ juga melakukan penelusuran sejarah (historical tracing) ke makam Bujuk Sarina, sosok pionir (babat alas) yang menjadi cikal bakal penamaan Desa Petung.

Langkah eksploratif ini dinilai penting sebagai bentuk pelestarian memori kolektif masyarakat lokal. Integrasi narasi historis ke dalam profil desa bertujuan untuk menghadirkan gambaran identitas wilayah yang holistik—tidak hanya menonjolkan aspek fisik-topografis, tetapi juga mentransmisikan nilai-nilai warisan leluhur (cultural heritage).

(FOTO: Makam Bujuk Sarina)

Melengkapi karya audiovisual tersebut, tim KKN UMD meluncurkan peta wilayah multivariat yang mencakup variabel geografis, topografis, serta persebaran infrastruktur fisik desa. Akurasi data spasial diperoleh melalui survei lapangan (ground truth survey) menggunakan integrasi sistem informasi geografis berbasis SW Maps untuk mengunci titik koordinat presisi dari setiap fasilitas publik.

Data geospasial yang terkumpul selanjutnya diolah menjadi instrumen pemetaan terstruktur yang aplikatif dan informatif. Peta deskriptif ini diproyeksikan menjadi data acuan (baseline data) bagi birokrasi pemerintah desa dalam melakukan formulasi kebijakan pembangunan berbasis ruang (spatial planning), sekaligus menjadi sarana orientasi geografis bagi masyarakat maupun pendatang. ( Anggit .Tim KKN UNEJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *