Manajemen Persinga Ngawi Angkat Bicara Terkait Penjualan Jersey: “Ini Inisiatif Menumbuhkan Rasa Memiliki”

HAK JAWAB MENEJEMEN PERSINGA

NGAWI, FrekwensiPos.Com — Keberhasilan Persinga Ngawi mengamankan tiket promosi ke Liga 3 Indonesia menjadi momentum krusial bagi kebangkitan sepak bola di Bumi Orek-Orek. Pencapaian ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk mengukir prestasi yang lebih gemilang di kancah nasional, sekaligus menegakkan esensi sportivitas demi mengharumkan nama Kabupaten Ngawi.

Namun, di tengah upaya manajemen membangun fondasi finansial yang mandiri, sempat muncul dinamika dan interpretasi beragam di media sosial terkait program penjualan jersey suporter. Program ini menyasar instansi pemerintah, pemerintah desa, serta elemen masyarakat luas sebagai bentuk penggalangan dukungan kolektif.

Strategi Finansial dan Semangat Keberlanjutan
Menanggapi distorsi informasi yang sempat berkembang, Manajer Persinga Ngawi, Andri Bolang , memberikan konfirmasi substantif untuk meluruskan duduk perkara. Menurutnya, program ini murni merupakan bagian dari penetrasi pasar (market penetration) dan strategi pemasaran kreatif dari tim marketing.

“Langkah ini didasari semangat handarbeni—sebuah manifestasi rasa memiliki dan bahu-membahu dari seluruh elemen masyarakat untuk mendukung eksistensi Persinga. Kami menegaskan, sama sekali tidak ada tekanan, paksaan, atau intervensi birokratis untuk membeli. Sifatnya murni imbauan partisipatif. Bahkan, faktanya tidak semua desa membeli; ada yang mengambil satu, ada pula yang tidak,” ujar Andri dalam hak jawabnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ari kades dero , ” Harapanya ikut beli,sebagai dukungan ,Tapi untuk kecamatan bringin belum semua desa beli , hanya yang ditugaskan oleh Persinga kami tidak tahu karena yang menerima perangkat desa “.

Manajemen Persinga juga menyayangkan adanya narasi sepihak yang berkembang tanpa melalui proses verifikasi (check and balance). Meski menghormati kemerdekaan pers dan kerja jurnalisme, manajemen berharap adanya konfirmasi langsung demi menjaga akurasi berita agar tidak menggiring opini publik yang bias.

Komitmen, Subsidi, dan Akuntabilitas Manajemen
Andri secara tegas menepis anggapan bahwa program ini berorientasi pada keuntungan personal. Sebaliknya, mengelola klub di kasta Liga 3 justru menuntut pengorbanan material (financial backing) yang besar demi nama baik daerah.

“Tidak ada keuntungan pribadi di sini. Menakhodai Persinga justru sering kali menuntut kami untuk ‘nombok’ karena ini adalah bentuk dedikasi dan kecintaan kami pada Ngawi. Inisiatif penjualan ini murni gerakan organik manajemen, sama sekali tidak ada tekanan dari CEO maupun Wakil Bupati,” tambahnya mematahkan spekulasi yang beredar.

Demi menjaga asas keterbukaan dan tata kelola klub yang bersih (good corporate governance), manajemen Persinga Ngawi membuka ruang transparansi bagi publik:

Transparansi Finansial: Pihak yang ingin mengetahui rincian pengelolaan dan pengeluaran anggaran Persinga dipersilakan mengajukan surat permohonan resmi.

Ruang Diskusi: Pihak manajemen sangat terbuka untuk ruang diskusi atau klarifikasi langsung di Markas Andri Bolang, Jl. Perkutut, Ngawi.

Subsidi Jersey: Harga jersey yang diedarkan ke masyarakat sengaja dipangkas melalui mekanisme subsidi margin dari manajemen. Langkah ini diambil agar atribut kebanggaan klub dapat dijangkau oleh seluruh strata masyarakat sekaligus mengonstruksi heroisme lokal melalui identitas visual klub.

Melalui klarifikasi ini, Persinga Ngawi mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan masyarakat sipil untuk kembali menyatukan fokus. Energi kolektif kini dinilai lebih mendesak untuk dikonsolidasikan demi mengawal performa tim di lapangan hijau agar mampu bersaing ketat di ketatnya kompetisi Liga 3 Indonesia. Red@@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *