BGN BEKUK SEMENTARA OPERASIONAL 13 SPPG DI BLORA AKIBAT PELANGGARAN REGULASI IPAL

BLORA, FREKWENSIPOS.COM Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan hukum administratif yang tegas dengan menghentikan sementara operasional 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora. Langkah diskresi dan punitive (sanksi) ini diambil menyusul ditemukannya pelanggaran terhadap standar baku mutu lingkungan, khususnya terkait ketiadaan dan ketidaklayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Keputusan krusial yang berdampak pada penundaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tertuang secara formal dalam Surat Resmi BGN Nomor: 2740/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026.

 

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, membenarkan adanya intervensi hukum dari pusat tersebut.

“Iya, berdasarkan surat Nomor: 2740/D.TWS/05/2026,” konfirmasi Artika saat dihubungi awak media pada Jumat (29/5/2026).

 

Disfungsi Mitigasi Lingkungan dan Implikasi Finansial

Penghentian statu quo (sementara) ini dipicu oleh kegagalan kolektif belasan dapur pemenuhan gizi tersebut dalam memenuhi compliance (kepatuhan) regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. IPAL yang seharusnya menjadi instrumen vital dalam memitigasi dampak lingkungan hasil produksi massal, ditemukan belum tersedia atau berada di bawah ambang batas standar kelayakan operasional.

 

Sebagai konsekuensi yuridis atas pelanggaran asas kelestarian lingkungan ini, BGN tidak hanya membekukan aktivitas fisik dapur, melainkan juga menerapkan sanksi finansial yang berat. Terjadi moratorium (penundaan) mendesak berupa rekomendasi penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk operasional SPPG tersebut.

 

Langkah strict liability (pertanggungjawaban mutlak) ini diambil guna memastikan bahwa serapan anggaran negara tidak mengalir pada fasilitas yang menyalahi prosedur legal-formal.

 

Daftar 13 SPPG Terpapar Sanksi di Kabupaten Blora:

Berikut adalah rincian data entitas SPPG di Kabupaten Blora yang secara resmi masuk dalam daftar pembekuan operasional oleh BGN:

 

SPPG Blora Cepu Karangboyo 2

SPPG Blora Jati Gabusan

SPPG Blora Ngawen Bradag

SPPG Blora Blora Kamolan

SPPG Blora Jati Doplang

SPPG Blora Banjarejo Sidomulyo

SPPG Blora Jepon Tempellemahbang 2

SPPG Blora Kradenan Nglebak

SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2

SPPG Blora Ngawen Bogowanti

SPPG Blora Jati Tobo

SPPG Blora Jati Gabusan 2

SPPG Blora Tunjungan Tamanrejo

 

Hingga berita ini diturunkan, ke-13 SPPG tersebut diwajibkan melakukan remedial action (tindakan perbaikan) menyeluruh terhadap infrastruktur sanitasinya sebelum mengajukan pemulihan hak operasional (reinstatement) kepada Badan Gizi Nasional. Red@*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *