Blora.Frekwesipos com // Temuan tangki non-PT berisi minyak mentah ilegal sebanyak 8.000 liter di Dukuh Pilangrejo, Desa Sendangharjo, Kabupaten Blora, memicu insiden pengrusakan barang bukti dan intimidasi terhadap anggota organisasi masyarakat. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (18/10) malam, berdasarkan informasi awal yang diterima oleh Jarod selaku perwakilan OKK Grib Jaya Blora.
“Semalam ada informasi dari anggota di lapangan bahwa telah terjadi temuan armada tangki non-PT dengan muatan minyak mentah ilegal 8.000 liter di Dukuh Pilangrejo yang diduga berasal dari sumur minyak Plantungan,” ujar Jarod kepada awak media, Sabtu (02/5/2026).
Setelah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan klarifikasi, Jarod mengungkapkan bahwa minyak mentah tersebut benar berasal dari wilayah Plantungan. Saat proses komunikasi berlangsung dengan dua warga berinisial AA dan ADB, tiba-tiba datang seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) bernama Ahmad Hanafi alias Pipin.
Menurut keterangan Jarod, Pipin diduga mengerahkan massa untuk melindungi tangki tersebut, lalu membawa dan menghilangkan barang bukti dari lokasi. “Dengan arogansinya, saudara AH mad hanafi alias Pipin mengintimidasi kami di TKP. Bahkan sempat terjadi kontak fisik, anggota kami ada yang terluka robek dengan pendarahan aktif di pelipis bagian kiri,” jelasnya.
Aliansi yang terdiri dari tiga pilar, yakni LSM, media, dan organisasi kemasyarakatan (ormas), menegaskan posisi mereka sebagai kontrol sosial yang mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada energi. Namun, mereka menyayangkan tindakan oknum ASN tersebut yang merasa kebal hukum dan tetap melakukan kegiatan pengelolaan sumur minyak sebelum ada regulasi resmi dari pemerintah.
“Kami tiga pilar bersifat kontrol sosial dan mendukung kebijakan pemerintah, tetapi dari pihak ASN Ahmad hanafi alias Pipin merasa kebal hukum. Dengan adanya kejadian ini, kami aliansi ormas, LSM, dan media sepakat untuk melaporkan ke aparat penegak hukum POLDA Jawa Tengah,” tegas Jarod.
Hingga berita ini diturunkan, pihak ASN yang disebutkan belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, aparat kepolisian setempat dikonfirmasi masih melakukan pendalaman awal atas laporan yang akan segera dilayangkan oleh aliansi masyarakat. why@@
