Bupati Kediri Resmikan Tiga Rumah Ibadah, Di SMPN 3 Grogol kabupaten Kediri, Teguhkan Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

KEDIRI, Frekwensipos.com. — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama kembali diwujudkan melalui peresmian tiga rumah ibadah, yakni Masjid Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widyaloka.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali di SMP Negeri 3 Grogol, Kabupaten Kediri, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan umat lintas agama.

Peresmian tiga rumah ibadah itu menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Kehadiran rumah ibadah tidak hanya menjadi sarana bagi umat dalam menjalankan keyakinannya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan keharmonisan masyarakat.

Bupati Kediri dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Keberagaman agama dan keyakinan, menurutnya, merupakan bagian dari kekayaan sosial yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Para tokoh agama dan masyarakat hadir bersama dalam satu momentum yang mencerminkan semangat persatuan tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Peresmian Masjid Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widyaloka sekaligus menjadi simbol hadirnya semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat Kabupaten Kediri yang aman, damai, dan harmonis.

Pembukaan kegiatan di SMP Negeri 3 Grogol turut memperlihatkan peran lembaga pendidikan sebagai ruang strategis dalam menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dini.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Kerukunan yang terjaga dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Peresmian tiga rumah ibadah tersebut pun menjadi pesan kuat bahwa pembangunan bukan semata tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun persaudaraan, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang saling menghormati.(Dendy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *