Karang Taruna Mayang 1 Margomulyo Tutup Rangkaian Hari Besar Nasional Lewat Festival Mayang 1 dan Aksi Nyata Kesehatan-Literasi

Momentum tersebut dirancang secara integratif untuk memperingati sejumlah hari besar nasional, mulai dari Hari Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa dan Literasi, hingga Hari Pahlawan. Melalui pendekatan multidimensional yang mencakup aspek sosial budaya, kesehatan, dan penguatan nasionalisme, kegiatan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat akar rumput yang progresif dan berdaya guna tinggi.

Sinergi Lintas Sektoral dan Pelayanan Kesehatan Preventif
Acara puncak yang dipelopori langsung oleh Ketua Karang Taruna Mayang 1, Yayan, ini dihadiri oleh Kepala Kelurahan (Kakel) Margomulyo, unsur Babinsa, Ketua RW 04 Kelurahan Margomulyo, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Agenda dibuka dengan pemaparan laporan kegiatan bakti sosial yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif di sektor kesehatan, yakni pengobatan gratis serta deteksi dini kanker serviks melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA test). Layanan kesehatan ini diikuti dengan antusias oleh 43 warga lokal, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan fisik masyarakat.

Dalam sambutannya, Yayan menyampaikan apresiasi serta due diligence administratif kepada seluruh instansi dan pihak yang telah memberikan sokongan penuh.

“Sebelumnya, mewakili Karang Taruna, kami mengucapkan terima kasih kepada UPT Puskesmas Ngawi serta Kakel Margomulyo yang telah memberikan legitimasi dan rekomendasi atas terlaksananya kegiatan ini. Terima kasih pula kepada jajaran ketua lingkungan RT/RW atas dukungan moril maupun materil, serta seluruh elemen masyarakat yang turut mensukseskan agenda ini,” ujar Yayan.

Revitalisasi Habitus Kebangsaan dan Mitigasi Era Digital
Sementara itu, Kepala Kelurahan Margomulyo, Alvin H, S.E., dalam arahannya menekankan pentingnya membangun kembali habitus kebangsaan di tengah arus modernisasi global. Ia menegaskan bahwa rangkaian peringatan hari besar nasional ini harus berfungsi sebagai katalisator kebangkitan pemuda—khususnya Generasi Z (Gen Z)—untuk memperkuat civic engagement (keterlibatan warga) serta memperkokoh pilar nasionalisme berlandaskan semboyan “NKRI Harga Mati”.

Selain menyoroti urgensi wawasan kebangsaan, Kakel Margomulyo juga memberikan atensi serius terhadap fenomena pergeseran moral dan tantangan kesehatan mental akibat disrupsi digital. Ia menghimbau para orang tua agar senantiasa meningkatkan literasi digital demi membentengi anak-anak dari paparan konten negatif di media sosial.

Tidak kalah penting, Alvin H mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan ketat terhadap keselamatan berkendara anak-anak di bawah usia 17 tahun.

Pendekatan Kultural dan Refleksi Kritis Masyarakat
Sebagai penutup rangkaian acara yang bernuansa sosial budaya dan penguatan literasi audio-visual, panitia menggelar acara nonton bareng (nobar) film drama keluarga bernuansa etnik nusantara, “Ngeri-Ngeri Sedap” yang mengangkat latar kebudayaan Batak. Pemutaran film ini menjadi media edukasi kultural untuk mempererat kohesi sosial antarwarga.

Mengakhiri kegiatan, Ketua RT 06 RW 04, Bambang, menyampaikan refleksi kritis sekaligus harapan besar agar kegiatan kepemudaan ini tidak berhenti sebagai rutinitas seremonial belaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *