Sinergi Karang Taruna Mayang 1 dan Puskesmas Ngawi Wadahi Edukasi Kesehatan Berbasis Kebangsaan


NGAWI, FrekwensiPos.Com — Dalam momentum transformatif menyongsong peringatan Hari Pahlawan dan Hari Bahasa, Karang Taruna Mayang 1 Kelurahan Margomulyo membangkitkan kembali semangat pengabdian masyarakat setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Berkolaborasi dengan Puskesmas Ngawi, organisasi pemuda ini menginisiasi aksi sosial pelayanan kesehatan berbasis preventif dan promotif pada Rabu (21/10/2026) sore.

Mengusung tema “Sehat Hari Ini, Bahagia Nanti”, kegiatan yang berpusat di kediaman warga RT 06 RW 04 No. 25, Jalan Trunojoyo Gang Mayang 1, Kelurahan Margomulyo ini menghadirkan intervensi kesehatan promotif secara cuma-cuma. Sebanyak 12 warga mendapatkan akses skrining molekuler pemeriksaan HPV DNA sebagai langkah deteksi dini (early detection) guna mereduksi risiko karsinoma serviks. Selain itu, 20 warga turut memanfaatkan pelayanan medis non-HPV yang mencakup pemantauan tekanan darah (hemodinamika) dan pemeriksaan kadar glukosa darah.

Tidak hanya layanan dasar gratis, panitia bersama tim medis Puskesmas Ngawi dan Kader Posyandu juga memfasilitasi medical check-up komprehensif berupa pemeriksaan profil lipid (kolesterol) dan kadar asam urat (uric acid). Sebagai wujud altruisme sosial dan mitigasi beban finansial masyarakat, pihak panitia menyalurkan skema subsidi silang melalui Dana Kas Lingkungan sebesar Rp10.000,00 per orang dari tarif standar proporsional sebesar Rp35.000,00 per orang.

Sinergi Lintas Sektor dan Sosiokultural Pemuda
Aksi kemanusiaan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) wilayah setempat. Pemantauan langsung dilakukan oleh Kepala Kelurahan Margomulyo, Ketua RW 04, jajaran staf kelurahan, unsur Tiga Pilar (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), serta jajaran tokoh masyarakat yang berkomitmen memperkuat kohesi sosial antarwarga.

Ketua Karang Taruna Mayang 1 sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Yayan, menegaskan bahwa aksi bakti kesehatan ini merupakan precursor atau pijakan awal dari manifestasi jiwa nasionalisme pemuda dalam mereaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan.

“Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan dan Hari Bahasa, agenda kami tidak berhenti pada bakti kesehatan hari ini. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026 mendatang, kami akan melanjutkan konsolidasi budaya melalui panggung pentas kreasi seni dari adik-adik Mayang 1 di lokasi yang sama,” ujar Yayan di sela-sela kegiatan.

Penguatan Ketahanan Sosial Berbasis Komunitas
Lebih lanjut, Yayan menekankan peran strategis pemuda sebagai agent of change (agen perubahan) dan pioneer dalam meningkatkan ketahanan literasi kesehatan publik (public health literacy) sekaligus merawat integrasi nasional dari tingkat akar rumput.

“Kegiatan responsif sosial semacam ini akan secara berkala kami transformasikan menjadi agenda rutin, khususnya pada momentum Hari Besar Nasional dan Keagamaan. Muaranya adalah mempererat tali silaturahmi, memupuk jiwa patriotisme, serta memperkokoh kerukunan sosiokultural antar-pemuda dan warga di lingkungan Mayang 1,” pungkasnya.

Melalui harmonisasi antara kesadaran biomedis dan civic engagement (peran aktif kewarganegaraan), aksi partisipatif Karang Taruna Mayang 1 ini diharapkan mampu menjadi pemantik (catalyst) bagi gerakan kepemudaan lainnya di Kabupaten Ngawi dalam membangun resiliensi dan ketahanan sosial masyarakat secara berkelanjutan. Red**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *