KDMP Pangkur Perkokoh Pilar Soko Guru Melalui Penguatan Infrastruktur Strategis

0-4160x3120-0-0#

NGAWI, FrekwensiPos.Com – Eksistensi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pangkur kini semakin menunjukkan impresi yang berwibawa. Berdiri megah di atas lahan aset desa dan bersanding harmonis dengan deretan kios desa, lembaga ini diproyeksikan menjadi pengejawantahan program ikonik Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam upaya memperkuat kedaulatan ekonomi kerakyatan sejak masa perdana kepemimpinannya.

Sebagai instrumen yang digadang-gadang menjadi Soko Guru perekonomian berskala nasional, KDMP Pangkur terus bersolek melalui tata kelola sarana dan prasarana yang dianggarkan secara profesional dan akuntabel.

 

Alokasi Dana Desa untuk Akselerasi Infrastruktur

Guna menunjang efektivitas operasional dan estetika gerai, Pemerintah Desa (Pemdes) Pangkur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp37.000.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk merampungkan tiga item pekerjaan infrastruktur krusial, antara lain:

 

Pavingisasi Halaman: Luas volume 6 x 26 meter guna meningkatkan kenyamanan akses pengunjung.

 

Pembangunan Plat Deker: Sebanyak 2 unit dengan dimensi 6 x 1,2 x 0,2 meter sebagai sistem drainase dan penghubung jalur.

 

Pembangunan Jalan Rigid: Volume 4 x 6 x 0,15 meter untuk memastikan durabilitas aksesibilitas kendaraan berat di area koperasi.

 

Komitmen Strategis Pemerintah Desa

Kepala Desa Pangkur, Suhardi, dalam keterangannya kepada FrekwensiPos menegaskan bahwa pemilihan lokasi KDMP tidaklah sembarang. Pemdes telah melakukan kajian matang terkait aspek geospasial dan aksesibilitas.

 

“Untuk realisasi gedung KDMP, desa telah menyiapkan lokasi dan urukan di atas tanah aset desa yang sangat strategis. Letaknya berada di episentrum kecamatan dengan aksesibilitas jalan yang sangat memadai,” ujar Suhardi.

 

Solusi atas Problematika Sektor Agraria

Lebih lanjut, Suhardi memaparkan bahwa integrasi antara infrastruktur fisik dan ketersediaan armada transportasi—mulai dari truk, kendaraan roda tiga, hingga pikap—diharapkan mampu menciptakan efek multiplikasi (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga.

Kehadiran KDMP diharapkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat Desa Pangkur yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Terutama dalam memitigasi anomali pasar seperti kelangkaan pupuk dan fluktuasi harga obat-obatan pertanian yang kerap menjadi kendala laten di sektor agraris.

 

Dengan sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi lokal yang presisi, KDMP Pangkur optimis mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan. Red@@ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *