Implementasikan Manajemen Risiko, RSUD dr. Soeroto Ngawi Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana

NGAWI, FrekwensiPos.Com – Sebagai upaya memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi kedaruratan, RSUD dr. Soeroto Ngawi menyelenggarakan sosialisasi serta Pelatihan & Simulasi Penanggulangan Kebakaran dan Kesiagaan Menghapi Bencana.

Kegiatan yang mengusung esensi proactive action ini dilaksanakan di Ruang Komite Medik pada Selasa (23/06/2026), dengan menekankan pentingnya transformasi paradigma dari reaktif menuju preventif demi keselamatan publik.

Agenda strategis ini menggemakan sejumlah jargon edukatif sebagai bentuk komitmen institusional, di antaranya: “Bersiap, Mencegah, Melindungi: Kesadaran Bencana Menyelamatkan Nyawa!”, “Jangan Menunggu Edukasi: Sadarilah Bencana!”, serta “Bersikap Proaktif, Bukan Reaktif: Kesiapsiagaan Bencana Adalah Kunci!”. Melalui slogan-slogan tersebut, pihak rumah sakit bertekad membangun kapasitas adaptif (adaptive capacity) seluruh lini aparatur terhadap potensi ancaman bencana (hazard).

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Broto Sanjoyo dari SAR Sikatan Kab.Ngawi . Acara tersebut diikuti secara intensif oleh jajaran pejabat struktural manajemen rumah sakit serta komite relawan internal.

Mewakili Direktur RSUD dr. Soeroto yang berhalangan hadir, Kepala Bagian Tim, Ratih Daroe N., menegaskan bahwa fungsi fasilitas pelayanan kesehatan tidak boleh terbatas pada aspek kuratif semata, melainkan wajib memiliki ketahanan bencana (disaster resilience) yang kokoh.

“RSUD dr. Soeroto tidak hanya berfokus pada pemberian dan penanganan medis pasien, tetapi juga dituntut sigap dan tanggap dalam menghadapi kontingensi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran,” ujar Ratih.

Ia menambahkan, melalui internalisasi materi ini, diharapkan terbentuk budaya sadar bencana (disaster awareness culture) yang merata.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran staf memahami standar operasional prosedur (SOP) penanggulangan bencana dan mampu mengaplikasikannya dalam keadaan darurat (emergensi), baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Mudah-mudahan seluruh peserta yang hadir dapat menyerap edukasi ini dengan optimal,” imbuhnya.

Di sisi lain, Broto Sanjoyo selaku pemateri dari SAR Sikatan menjelaskan kepada awak media mengenai kerangka taktis dari pelatihan yang dilaksanakan. Ia menekankan bahwa penguasaan aspek kognitif merupakan fundamen utama sebelum melakukan simplifikasi tindakan di lapangan.

“Kegiatan hari ini merupakan fase transfer of knowledge sebagai langkah awal untuk mengenalkan jenis-jenis alat pemadam kebakaran serta tata cara penggunaannya secara teoretis,” jelas Broto.

Lebih lanjut, tata kelola simulasi ini akan dilanjutkan pada sesi kedua yang dijadwalkan pada Jumat (26/06/2026). Sesi berikutnya akan berfokus pada artikulasi praktis dan uji taktis di lapangan, di mana seluruh peserta akan melakukan simulasi langsung menggunakan instrumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penggunaan masker darurat, hingga pengoperasian pakaian anti-api (fire proximity suit).

Melalui pelatihan komprehensif dua tahap ini, RSUD dr. Soeroto Ngawi diharapkan mampu meminimalisasi tingkat kerentanan (vulnerability) dan mengoptimalkan prosedur evakuasi serta penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi krisis. (Red/ BB )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *