NGAWI.FREKWENSIPOS.COM — Rasa pilu dan kekecewaan mendalam tengah menyelimuti Indah Nur Fitria, seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Beran, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Indah harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan bayi yang baru dilahirkannya di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Namun, duka tersebut kian tereskalasi akibat minimnya akuntabilitas dari pihak manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi tersebut.
Hingga satu bulan lebih berlalu, pihak otoritas rumah sakit dinilai belum memberikan kronologi serta eksplanasi klinis yang komprehensif mengenai penyebab kematian buah hatinya. Kondisi ini memicu kekosongan informasi yang memperpanjang ketidakpastian psikologis bagi pihak keluarga.
“Sampai sekarang kami belum mendapatkan penjelasan yang rinci penyebab kematian bayi saya,” ungkap Indah saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Menuntut Transparansi dan Hak Informasi
Indah menegaskan bahwa langkah yang ditempuhnya saat ini semata-mata demi menegakkan hak atas transparansi informasi publik. Baginya, kejelasan kronologi adalah prasyarat mutlak agar pihak keluarga dapat mencapai pemulihan emosional (closure) dan mengikhlaskan kepergian sang anak secara legawa.
Namun, jika pendekatan persuasif ini tetap menemui jalan buntu akibat sikap apatis atau bungkamnya pihak manajemen, Indah menyatakan kesiapannya untuk menempuh upaya rekursi hukum (jalur hukum).
“Saya hanya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan bayi saya karena sekarang belum ada kejelasan. Kalau memang tidak ada penjelasan, saya akan melapor ke Polisi supaya kematian anak saya bisa terang dan saya bisa ikhlas,” ujar Indah bersikap lugas.
Pentingnya Keterbukaan Institusi Kesehatan Publik
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (tata kelola yang baik) pada institusi pelayanan kesehatan publik. Ketidakjelasan penanganan pasca-insiden (post-incident handling) berpotensi mendegradasi tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap kredibilitas RSUD dr. Soeroto.
Hingga berita ini diturunkan, publik dan pihak keluarga masih menunggu respons resmi serta klarifikasi definitif dari pihak manajemen RSUD dr. Soeroto Ngawi guna mengurai benang kusut dalam tragedi kemanusiaan ini. Tim.BN_red@@
