Merajut Tradisi dan Visi: Ngawi Bergerak Maju di Hari Jadi ke-667

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
banner 468x60

NGAWI.FREKWENSIPOS.COM – Kabupaten Ngawi merayakan hari jadinya yang ke-667 dengan resonansi budaya, ketahanan pangan, dan nasionalisme yang kuat. Mengusung tema “Ngawi Tumbuh, Pangan Tangguh, Indonesia Emas,” perayaan tahun ini bukan sekadar serangkaian acara, melainkan sebuah manifestasi komitmen yang mendalam untuk merajut nilai-nilai historis dengan aspirasi masa depan. Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Juli 2025 dan akan berlanjut hingga September 2025 menjadi representasi dari synergy antara masa lalu dan masa depan.

 

banner 336x280

Puncak perayaan ini akan jatuh pada 7 Juli 2025, namun atmosfer perayaan telah terasa sejak awal bulan dengan berbagai acara yang mengakar kuat pada tradisi dan inovasi. Salah satu momen krusial adalah Prosesi Adat Jamasan Pusaka, sebuah ritual sakral yang menjadi pembuka rangkaian acara. Di Pendopo Wedya Graha, benda-benda pusaka warisan leluhur dibersihkan, sebuah tindakan simbolis yang melambangkan pemurnian nilai-nilai sejarah dan penghormatan terhadap heritage.

 

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, serta para petinggi legislatif dan eksekutif lainnya, menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya ini.

 

Lebih dari sekadar seremonial, Hari Jadi ke-667 Ngawi juga merupakan platform untuk empowerment ekonomi dan sosial. Kirab Budaya menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai penjuru kecamatan, sementara Festival UMKM dan Kuliner Tradisional memberikan ruang vital bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa tradisi dapat menjadi motor penggerak ekonomi. Selain itu, Lomba-lomba Tradisional seperti egrang dan tarik tambang menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai permainan nenek moyang mereka.

 

Tema “Pangan Tangguh” yang diusung secara spesifik menyoroti resilience sektor pertanian Ngawi. Bupati Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa peringatan ini adalah momentum strategis untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Ngawi yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

 

Perpaduan antara tradisi lokal—seperti Jamasan Pusaka dan Kirab Budaya—dengan semangat nasionalisme, yang akan dilanjutkan dengan peringatan HUT RI ke-80, adalah sebuah amalgamation yang brilian. Ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat rasa cinta tanah air, tetapi juga untuk membangkitkan semangat gotong royong dalam pembangunan. Pihak panitia, melalui perayaan yang terstruktur dan bermakna ini, telah berhasil menciptakan sebuah narasi yang kuat tentang identitas Ngawi: sebuah kabupaten yang menghormati masa lalunya sambil dengan optimis menatap masa depan. ( Red*Bag.Umum* )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *