Transformasi Sosial Melalui “Jumat Berkah”: Ikhtiar Filantropi dalam Mengakselerasi Character Building Masyarakat

banner 468x60

NGAWI.FrekwensiPos.Com  – Di tengah arus modernisasi yang dinamis, urgensi penguatan karakter bangsa menjadi instrumen krusial dalam menciptakan stabilitas sosial. Pendidikan karakter atau character building bukan sekadar proses pedagogis teoretis, melainkan sebuah manifestasi pembentukan nilai (values), sikap (attitudes), dan perilaku positif guna mencetak individu dengan kepribadian unggul.

 

banner 336x280

Pendidikan ini mengintegrasikan pilar-pilar fundamental seperti integritas, akuntabilitas, kedisiplinan, serta empati sosial. Dalam implementasinya, nilai-nilai tersebut memerlukan kanal praktis agar tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi bertransformasi menjadi virtuous habits atau kebiasaan mulia di tengah masyarakat.

0-0x0-0-0#

Internalisasi Nilai Melalui Budaya Lokal

Salah satu aktualisasi nyata dari konsep ini tercermin dalam konsistensi kegiatan “Jumat Berkah”. Melalui tradisi berbagi dan tolong-menolong, masyarakat secara kolektif mengasah kepekaan sosial dan rasa empati. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di level mikro—keluarga, sekolah, hingga lingkungan RT—terbukti mampu menggeser paradigma karakter dari sekadar teori menjadi tindakan konkret (tangible actions).

 

Tujuan akhirnya sangat jelas: mewujudkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keunggulan intelektual (academic excellence), tetapi juga memiliki kematangan moral dan kepedulian terhadap ekosistem sosialnya.

 

Komitmen Akar Rumput

Widodo Pemut, seorang tokoh muda yang aktif dalam pergerakan lingkungan, memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif warga dalam kegiatan sosial ini. Menurutnya, gerakan berbasis komunitas merupakan fondasi terkuat dalam membentuk tatanan masyarakat yang harmonis.

 

“Melalui kegiatan Jumat Berkah, Lingkungan Klampisan RT 06 RW 04 Kelurahan Margomulyo berkomitmen membangun fondamental karakter warga yang peduli, berbagi, dan berakhlak,” ujar Widodo Pemut saat meninjau aktivitas warga.

 

Ia menekankan bahwa langkah ini adalah upaya strategis untuk memperkuat social cohesion (kohesi sosial). Dengan menjadikan semangat berbagi sebagai core value (nilai inti) di lingkungan RT, diharapkan muncul generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan kognitif dan kecerdasan spiritual. Red**

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *