KLARIFIKASI DAN BANTAHAN ATAS DISINFORMASI DUGAAN KEKERASAN DI SMP NEGERI 1 NGASEM

Kediri, Frekwensipos.com. – Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di beberapa media online tertanggal ( 10/04) yang menyatakan adanya dugaan tindak kekerasan di lingkungan SMP Negeri 1 Ngasem, kami perlu menyampaikan klarifikasi berdasarkan fakta-fakta lapangan sebagai berikut:

1. Tuduhan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Setelah dilakukan investigasi internal yang mendalam serta pengambilan keterangan dari guru, staf, dan siswa yang berada di lokasi pada waktu yang disebutkan, pihak sekolah menyatakan bahwa kejadian kekerasan tersebut tidak pernah terjadi. Informasi yang beredar adalah disinformasi yang tidak didasarkan pada fakta objektif.

2. Penjelasan Atas Kronologi yang Sebenarnya

Perlu kami jelaskan bahwa kejadian yang sebenarnya terjadi pada saat itu adalah kesalahpahaman kecil yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan bukan merupakan tindakan kekerasan atau perundungan sebagaimana yang diberitakan.

3. Ketiadaan Bukti dan Laporan Resmi

Hingga saat ini, pihak sekolah tidak pernah menerima laporan resmi dari orang tua siswa maupun pihak manapun terkait dugaan tersebut. Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi atau check and re-check terlebih dahulu kepada pihak sekolah (tabayyun).

4. Perlindungan Nama Baik Institusi

Berita tidak berdasar ini telah menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah dan merugikan nama baik SMP Negeri 1 Ngasem. Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk segera menghentikan penyebaran informasi yang tidak valid. Pihak sekolah saat ini tengah mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) terhadap pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong (hoaks) dan fitnah.

5. Lingkungan Sekolah Tetap Kondusif
Kami menjamin kepada seluruh orang tua siswa bahwa kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Ngasem tetap berjalan dengan aman, tertib, dan harmonis. Kami tetap berkomitmen pada prinsip perlindungan anak dan keterbukaan informasi bagi orang tua.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan, namun kami tidak akan membiarkan fitnah yang tidak mendasar merusak integritas pendidikan dan psikologis siswa-siswi kami.(Dendy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *