NGAWI, FrekwensiPos.Com — Guna mengantisipasi ekses hidrometeorologi menjelang musim penghujan, Pemerintah Desa (Pemdes) Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, memprioritaskan akselerasi pembangunan infrastruktur yang bersifat urgent dan memiliki urgensi teknis tinggi.
Salah satu program strategis yang tengah direalisasikan adalah rekonstruksi jembatan penghubung inter-wilayah yang menghubungkan Dukuh Bangunrejo dan Dukuh Jengrik, tepatnya di RT 01 RW 02 depan Gedung Serbaguna Krida Taruna.
Proyek jembatan utama antar-dusun berdimensi volume 3×4 meter ini dialokasikan melalui efisiensi alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai investasi publik sebesar Rp40 juta. Pembangunan ini ditargetkan mampu mengoptimalkan kapasitas drainase guna mereduksi potensi limpasan air (overflow) saat curah hujan tinggi.
Doc. FP_Sutrisno , KDS Bangunrejo.
“Konstruksi jembatan dusun ini difokuskan untuk meminimalisir luapan air yang rutin terjadi pada presipitasi tinggi musim hujan mendatang,” tegas Kepala Desa Bangunrejo, Sutrisno.
Sebelumnya, kondisi geometrik jembatan tergolong infra-standar karena memiliki elevasi yang terlalu rendah dibanding elevasi badan jalan, disertai kapasitas penampang gorong-gorong (culvert) yang terbatas. Kondisi tersebut kerap memicu genangan air berkepanjangan yang menghambat mobilitas sosial-ekonomi warga.
Ketua Pelaksana Kegiatan Pembangunan, Parmin, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik ini merupakan hasil kristalisasi aspirasi masyarakat yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Doc.jembatan alternatif untuk menunjang aktifitas warga
“Proyek ini ditargetkan selesai (ready) secara operasional bulan depan sebelum puncak musim penghujan tiba. Aspek partisipatif masyarakat sangat tinggi, terlihat dari keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja swakelola hingga swadaya logistik harian di lokasi kegiatan,” pungkas Parmin.Bb.adv