Gagalkan Transaksi Mega-Sabu Senilai Rp30 Miliar: Polres Ngawi Putus Mata Rantai Sindikat Transnasional

banner 468x60

NGAWI.FREKWENSIPOS.COM  – Aparat penegak hukum dari Satresnarkoba Polres Ngawi berhasil melakukan major breakthrough dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Melalui sebuah operasi yang bermula dari respons cepat terhadap laporan masyarakat, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat hampir 30 kilogram dengan estimasi nilai pasar mencapai Rp30 miliar di Dusun Besaran, Desa Karangsari, Ngawi, pada Sabtu (23/8/2025).

 

banner 336x280

Kronologi dan Modus Operandi

Insiden ini bermula dari sebuah peristiwa yang tampak seperti kecelakaan lalu lintas biasa, namun mengungkap sebuah organized crime yang masif. Seorang pengemudi truk dilaporkan menabrak atribut umbul-umbul warga dan memicu reaksi massa. Didorong oleh rasa panik yang ekstrem (acute panic), terduga pelaku melarikan diri dan meninggalkan kendaraannya.

Dalam upaya pelariannya, pelaku membuang tiga karung besar di area persawahan yang kemudian diidentifikasi oleh petugas sebagai paket narkotika golongan I.

Analisis Jaringan Internasional

Kasatresnarkoba Polres Ngawi, AKP Marji Wibowo, menyatakan bahwa terdapat indikasi kuat keterlibatan international drug syndicate. Indikasi ini terlihat dari teknik pengemasan yang sangat canggih dan terencana (sophisticated packaging).

 

“Barang bukti tersebut disamarkan dalam kotak kiriman bertanda asal China dengan kamuflase kemasan buah durian untuk mengelabui deteksi petugas. Ini merupakan bentuk deceptive packaging yang umum digunakan oleh jaringan lintas negara,” ujar AKP Marji.

 

Eskalasi Penyelidikan

Mengingat skala temuan ini masuk dalam kategori extraordinary crime, Polres Ngawi melakukan koordinasi tingkat tinggi dengan otoritas di atasnya. Seluruh barang bukti kini telah dilimpahkan ke Polda Jawa Timur untuk proses forensic investigation dan pengembangan kasus lebih lanjut.

 

Langkah ini diambil guna melakukan profiling terhadap pemilik modal serta memburu sisa-sisa sel jaringan yang masih beroperasi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Keberhasilan ini dianggap sebagai pukulan telak bagi infrastruktur logistik sindikat narkoba di wilayah tersebut. Red**

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *