NGAWI, FrekwensiPos.Com – Pemerintah Desa Karangsari, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, secara progresif mulai merealisasikan alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Fokus utama pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar di Dusun Dungus (RT 05/RW 03), sebuah langkah strategis untuk memperkuat land stability dan aksesibilitas warga setempat.

Spesifikasi Teknis dan Manajemen Proyek
Pengerjaan fisik yang sedang berjalan mencakup tiga komponen utama:
Pemasangan Saluran U-Ditch (50×50): Sepanjang 75 meter.
Tembok Penahan Tanah (TPT): Sepanjang 20 meter.
Pengurukan Tanah: Mencakup volume sepanjang 351 meter.
Proyek dengan total anggaran sebesar Rp 153.120.000 ini dikelola secara transparan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) Karangsari di bawah komando Wasit. Penggunaan material U-Ditch dipilih sebagai solusi sustainable untuk sistem drainase yang lebih modern dan tahan lama.
Visi Strategis Kepala Desa
Kepala Desa Karangsari, Haryono Saputra, ST, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya preventive measure terhadap kerusakan jalan.
“Pembangunan drainase U-Ditch dan TPT ini bertujuan untuk meminimalisir risiko pergeseran badan jalan (soil sliding). Dengan adanya pengurukan yang presisi, kami menyiapkan landasan yang solid guna mempermudah program pengerasan jalan (paving/asphalt) di masa mendatang,” ungkap Haryono.
Haryono, yang dikenal sebagai figur pemimpin visioner sekaligus penggiat olahraga ekstrem (trail) dan atletik, memang memiliki rekam jejak yang impresif dalam pengembangan fasilitas publik. Di bawah kepemimpinannya, sarana olahraga Desa Karangsari kini menjadi benchmark bagi KONI dalam menyelenggarakan turnamen skala lokal.
Pemberdayaan Lokal dan Target Selesai
Ditemui di lokasi proyek, Wasit selaku Ketua TPK menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan prinsip labor-intensive (padat karya) dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal dari warga Karangsari.
“Meskipun saat ini menghadapi tantangan musim penghujan, pengerjaan tetap berjalan secara on schedule. Tidak ada kendala teknis yang signifikan. Kami optimis pada akhir tahun 2025 seluruh pengerjaan sudah ready dan mencapai progres 100%,” tegas Wasit.
Proyeksi 2026: Youth Empowerment
Menatap tahun 2026, Haryono Saputra memiliki ambisi besar untuk melakukan human resource development, khususnya bagi generasi muda. Ia berkomitmen untuk menyediakan sarana olah raga yang memadai dengan harapan bisa membawa generasi muda sehat , berkarakter dan talenta-talenta muda Karangsari berprestasi di kancah yang lebih luas, terutama di bidang olahraga, guna mengharumkan nama desa di tingkat regional maupun nasional. (Red .Adv**)



