BOJONEGORO// FREKWENSI POS .COM– Kondisi memprihatinkan menyelimuti jembatan vital yang menghubungkan Desa Sonorejo dan Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Jembatan yang menjadi “urat nadi” perekonomian lokal ini mengalami kerusakan signifikan, di mana lubang-lubang besar telah muncul di permukaan, memperlihatkan konstruksi besi di bawahnya. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan eksistensial bahaya bagi para pengguna jalan.
Kerusakan jembatan menjadi keluhan utama bagi para pengendara yang melintas setiap hari, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas di pagi hari menuju pasar tradisional. Badri, seorang warga dari Cendono, menyuarakan kekhawatiran yang mendalam. Ia berharap pemerintah daerah Bojonegoro segera mengambil tindakan perbaikan. “Sangat mengkhawatirkan,” ujarnya, “jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan memakan korban jiwa, terutama bagi warga yang berjualan atau berbelanja di pagi hari.”
Situasi ini semakin ironis karena respons yang lambat dari pihak berwenang. Awak media yang berusaha mendapatkan konfirmasi dari Kepala Desa Ngasinan mengaku kesulitan karena sang kepala desa terlalu sibuk untuk ditemui. Hal ini menimbulkan perpetuity of concern di kalangan warga. Budi, warga Desa Ngasinan, juga menyampaikan aspirasi serupa. Selain perbaikan jembatan, ia juga berharap ada penerangan yang memadai di malam hari untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Permasalahan ini menuntut adanya intervensi segera dari pemerintah daerah. Keterlambatan dalam penanganan dapat menciptakan paradigm shift dari ketidaknyamanan menjadi tragedi, mengancam keselamatan masyarakat dan menghambat mobilitas ekonomi. Warga berharap pemerintah Bojonegoro dapat menunjukkan accountability dan political will untuk mengatasi masalah infrastruktur ini sebelum ada korban yang berjatuhan. ( WHY )



